Antrean Solar Mengular di Pamekasan, Pemkab Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

lensapewartanews11
Antrean kendaraan menunggu pengisian BBM Solar di salah satu SPBU Pamekasan.

PAMEKASAN | Keluhan antrean BBM solar yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kendaraan terpaksa menunggu berjam-jam, bahkan ada sopir truk yang harus menginap di lokasi SPBU .

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan, Taufikurrachman, menjelaskan bahwa penurunan kuota solar pada triwulan IV 2026 menjadi salah satu pemicu utama kelangkaan tersebut. Dari data yang diterima, kuota solar turun sebesar 1.371 kiloliter, dari 36.985 kiloliter menjadi 35.614 kiloliter.

“Kami sudah berupaya melakukan koordinasi sejak bulan Juni kemarin untuk menambah pasokan, baik itu untuk Pertalite maupun Solar. Namun penyesuaian kuota di triwulan IV ini memang menyebabkan ketidakseimbangan di lapangan,” ujar Taufikurrachman, Rabu (28/10/2026).

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Pamekasan, Sri Puji Harijani, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan lapangan bersama aparat kepolisian dan TNI selama dua hari berturut-turut untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi .

“Kami memantau langsung ke SPBU-SPBU, berkoordinasi dengan pengelola dan melaporkan hasilnya kepada Pertamina. Pengawasan diperketat agar BBM subsidi benar-benar diterima oleh yang berhak,” ungkap Sri Puji Harijani.

Pemkab Pamekasan berencana akan mengirimkan surat resmi kepada BPH Migas untuk meminta penjelasan sekaligus penambahan kuota solar guna mengatasi kelangkaan yang dirasakan masyarakat. Warga diimbau tetap tenang dan melaporkan langsung ke dinas terkait jika menemukan praktik penimbunan atau penjualan BBM tidak wajar di SPBU setempat.

Pewarta : Romli