Momen Ramadhan Kapolres Bojonegoro Gelar Silaturahmi Bersama Tokoh Agama

Sumber Poto : Humas Polres Bojonegoro

BOJONEGORO | Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan bersama para dai dan pendeta Kamtibmas di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergitas serta mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mengusung tema “Bersama Membangun Negeri, Polri Untuk Masyarakat”, acara tersebut dihadiri Wakapolres Bojonegoro, para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Dai Kamtibmas KH. Alamul Huda Masyhur, serta rombongan dai dan pendeta Kamtibmas dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutannya, AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa dai dan pendeta Kamtibmas merupakan pondasi penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat. “Kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang terus menyampaikan pesan damai kepada umat,” ucapnya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi karena hingga hari ke-16 Ramadan, masyarakat Bojonegoro mampu menjalankan ibadah puasa dengan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Hal ini, katanya, tidak lepas dari kontribusi aktif para dai dan pendeta yang memberikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat.

Selain itu, Kapolres mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar situasi keamanan nasional dan internasional tetap kondusif, khususnya untuk Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro yang diharapkan selalu aman, damai, dan penuh toleransi. Ia juga memohon doa serta dukungan para tokoh agama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dimulai pada 13 Maret mendatang. “Kami memohon doa agar seluruh personel yang bertugas diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan operasi ini yang bertujuan mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur dalam tausiyah singkat menyampaikan bahwa terciptanya keamanan dan keadilan memerlukan sinergi antara ulama dan umara. “Pemerintah dan tokoh agama harus berjalan seiring untuk menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.

Ia mengibaratkan persatuan sebagai filosofi sapu lidi. “Jika sapu lidi diikat menjadi satu, maka akan kuat dan mampu membersihkan halaman. Namun jika berdiri sendiri, tidak akan memiliki kekuatan,” katanya sambil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu demi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.

Kegiatan silaturahmi Ramadan ditutup dengan penyerahan tali asih dari Kapolres kepada para dai dan pendeta Kamtibmas sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah. (rAs/Hum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ojo Copast Cok !!