Budaya  

Kirab 9 Pusaka Ki Andong Sari, Warisan Budaya Lokal yang Terus Dilestarikan

Bojonegoro | Minggu siang, (20/7/2025) Kelurahan Ledok Kulon kembali mengadakan acara Kirab Pusaka Ki Andong Sari, sebuah tradisi yang telah berlangsung lama setiap bulan Suro dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Ledok khususnya.

Dalam prosesi kirab, ada 9 pusaka yang di kirab mengelilingi tlatah Ledok. Mulai start Balai kelurahan Ledok Kulon – jalan Letda Suraji – Jalan MH Thamrin dan berhenti sejenak di balai kelurahan Ledok Wetan (Seserahan) dan lanjut menuju jalan Mastrip – jalan Hasyim Ashari – jalan KH Mansyur dan jalan Kapten Rameli hingga menuju Finish.

Selain itu dalam pengiringan kirab, acara tersebut juga diikuti oleh 30 peserta simpatisan dari berbagai elemen masyarakat baik di instansi Kedinasan, Lembaga, warga RT/RW Ledok Kulon maupun Ledok Wetan dengan secara khidmad.

Menurut Suwono tokoh juru kunci makam Ki Andong Sari saat ditemui awak media Lensapewarta.com mengatakan bahwa dari 9 pusaka Ki Andong Sari yang dikirab tersebut mempunyai nama sendiri – sendiri.

Seperti :
1. Tombak Godong Andong
2. Tombak Gagak Cemani
3. Tongkat Galeh Kelor
4. Tongkat Menjalin Bang
5. Tongkat Menjalin Porong
6. Rompi Onto Kusumo
7. Slempang Kebesaran
8. Pedang Cekik
9. Kentrung.

“Nama – nama pusaka itu mempunyai arti nama dan makna tersendiri salah satunya yang melegenda yaitu tongkat Menjalin bang yang bisa mendorong tanpa menyentuh perahu ke Bengawan mengantar penumpang hingga ke tujuan,” ungkap Suwono di lokasi.

Lain daripada itu, salah satu tamu kehormatan hadir dalam giat kirab wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah. Dalam pidato jelang pemberangkatan menerangkan ‘Kirab Pusaka Ki Andong Sari’ merupakan salah satu upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas masyarakat Kelurahan Ledok Kulon.

“Dengan acara ini, masyarakat dapat mempererat hubungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur”, tutur lembut Wakil Bupati Bojonegoro.

Sambungnya, Pusaka Ki Andong Sari sendiri memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Kelurahan Ledok Kulon, dan kirab ini menjadi sarana untuk melestarikan dan menghormati warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur.

Dengan adanya scara tersebut, diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat Kelurahan Ledok Kulon sendiri untuk terus melestarikan budaya lokal dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebudayaan”. (Ras/Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ojo Copast Cok !!