JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto telah berhasil menyebarkan sebanyak 30.000 unit becak listrik (Betrik) ke seluruh pelosok Indonesia. Semua bantuan ini bersumber dari dana pribadi Presiden sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak tradisional, khususnya kelompok lansia dan berpenghasilan rendah.
Total Dana yang dikeluarkan dengan harga per unit becak listrik sekitar Rp22 juta (disebutkan oleh Dimas Ramdana, Koordinator Yayasan GSN Jawa Timur), total dana yang dikeluarkan untuk 30.000 unit mencapai sekitar Rp660 miliar. Sebelumnya, pada tahun 2024-2025 telah terdistribusi 2.303 unit dengan investasi sekitar Rp50-53 miliar, dan target tahun 2025 sebanyak 10.000 unit telah tercapai sesuai dengan pernyataan Nuryana, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Adapun distribusi per Kabupaten/Kota disampaikan juga, beberapa daerah yang telah menerima bantuan hingga saat ini antara lain:
• – Jawa Timur: Jombang (100 unit), Bojonegoro (200 unit), Ngawi (200 unit)
• – Jawa Tengah: Kudus (80 unit), Brebes (100 unit), Pekalongan (25 unit), Kendal (140 unit), Demak (100 unit), Jepara (100 unit), Pati (60 unit), Rembang (100 unit)
• – Jawa Barat: Indramayu (100 unit), Bekasi (alokasi belum ditentukan secara pasti)
• – Banten: Tangerang (140 unit, total alokasi 200 unit)
Selain unit becak listrik, sebagian daerah seperti Kudus dan Ngawi bahkan telah merencanakan pembangunan stasiun pengisian daya (charging station) bersama PLN atau pihak terkait untuk mendukung operasional becak listrik. Pemkab Kudus juga akan mengembangkan aplikasi lokal untuk memudahkan pemesanan layanan.
Ditambahkan, spesifikasi dan dukungan becak listrik yang diberikan memiliki kecepatan maksimal sekitar 20 km/jam dan dapat menempuh jarak hingga 50 km per pengisian daya penuh (tergantung beban dan kondisi jalan). Program ini juga menyertakan pelatihan teknis bagi penerima tentang penggunaan dan perawatan, serta jaminan perbaikan gratis oleh teknisi yang telah dilatih. Presiden Prabowo menginginkan agar bantuan ini tidak dijual atau dimodifikasi secara sembarangan.
Berita ini diunggah berdasarkan narasumber yang Valid seperti :
– Nuryana (Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Yayasan GSN): Menegaskan bahwa bantuan bersumber dari dana pribadi Presiden dan target total hingga akhir tahun 2026 bisa mencapai lebih dari 70.000 unit.
– Dimas Ramdana (Koordinator Yayasan GSN Jawa Timur): Menjelaskan spesifikasi dan manfaat becak listrik bagi pengemudi.
– Budiman Sudjatmiko (Kepala BP TasKIn): Mengatakan program ini bukan hanya memberikan alat kerja, tetapi juga membangun kapasitas penerima melalui pelatihan.
– Bupati Kudus Sam’ani Inta Koris, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Berterima kasih dan menyatakan dukungan penuh untuk pengembangan infrastruktur pendukung.
– Nanik Sudar Yati Deyang (Wakil Ketua Yayasan GSN): Mengungkapkan tujuan Presiden membantu pengemudi becak lansia agar tetap berdaya dan sejahtera.
Pewarta : Jose Imanuel




