Dalam Sebulan, 574 Ular Masuk Pemukiman Warga Bojonegoro

lensapewartanews11
Petugas tim evakuasi BPBD Bojonegoro menunjukkan salah satu ular yang berhasil diamankan dari pemukiman warga, Oktober 2026.

BOJONEGORO | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mencatat lonjakan signifikan laporan penemuan ular yang masuk ke lingkungan pemukiman warga. Selama bulan Oktober 2026, tercatat sebanyak 574 ekor ular berhasil dievakuasi dari rumah-rumah warga di berbagai kecamatan.

Lonjakan ini terjadi tepat pada masa pergantian musim dari kemarau ke musim hujan. Saat tanah mulai jenuh air, sarang ular di bawah tanah menjadi tergenang sehingga hewan-hewan tersebut berpindah ke tempat yang lebih kering, termasuk halaman dan bagian dalam rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Sugiarto, S.Sos., M.Si., menjelaskan:

“Angka ini memang naik cukup tajam dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ular tidak tahan tinggal di tanah yang terus basah. Mereka keluar mencari tempat kering, dan rumah warga seringkali menjadi pilihan yang paling dekat. Sebenarnya ular tidak bermaksud mengganggu, hanya kehilangan tempat tinggal sementara akibat perubahan cuaca.”

Sebagian besar jenis ular yang ditemukan adalah ular tanah, ular sawah, dan beberapa jenis ular pit viper. Sebagian besar bukan berbisa mematikan, namun tetap harus ditangani dengan hati-hati. Warga diminta tidak memburu atau membunuh ular, melainkan segera menghubungi tim penanganan bencana agar dievakuasi dengan aman.

“Jika menemui ular di rumah, jangan panik dan jangan dipancing keluar. Cukup jaga jarak aman, tutup akses keluar masuk, dan hubungi kami. Tim akan segera datang mengevakuasi dan melepaskannya kembali ke habitat alami,” tambah Sugiarto.

Warga juga diimbau untuk menjaga kebersihan halaman, menutup celah di bawah pintu, dan tidak menumpuk barang yang bisa menjadi tempat persembunyian hewan tersebut.

Pewarta : Lilik/ Red