BOJONEGORO | Jelang Hari Raya Idul Fitri yang selalu dinanti-nantikan setiap tahun, tradisi yang penuh kebaikan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pedagang di Pasar Dander turut Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Bukan hanya berbagi makanan atau uang tunai antar keluarga dan kerabat, namun juga menjadi kewajiban bagi para pedagang di pasar untuk memberikan Bantuan Hari Raya (BHR) yang sekarang viral dengan penyebutan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para langganan serta kuli panggul yang berjasa dalam kelancaran aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Salah satu sosok yang telah konsisten menjalankan tradisi mulia ini selama lebih dari dua dekade adalah Ibu Titik Darwati, warga Kelurahan Ledok Kulon yang telah merantau ke Pasar Dander untuk menjalani profesi sebagai pedagang kue sejak 26 tahun yang lalu.
Sejak awal memulai usahanya, Ibu Titik telah menetapkan prinsip bahwa setiap menjelang lebaran, ia akan memberikan bentuk apresiasi berupa THR kepada semua pelanggan serta kuli panggul yang membantu mengangkut barang dagangannya dan barang belanjaan pelanggan.
“Hampir tiga dekade saya berjualan di sini, dan tradisi memberi THR ini sudah seperti bagian dari rutinitas saya jelang lebaran,” ujar Ibu Titik dengan senyum hangat saat ditemui di stand jualannya yang terletak di bagian pintu masuk Pasar Dander. Senin (16/3/26) sekira 03.30 wib
Ia menambahkan, hubungan yang terjalin antara pedagang dan pelanggan bukan hanya sebatas transaksi jual beli, melainkan telah menjadi ikatan sosial yang erat dan penuh rasa kekeluargaan.
Hingga saat ini, jumlah pelanggan tetap Ibu Titik pun menambah. Tahun lalu hanya 167 orang, dan sekarang telah mencapai angka yang cukup mengesankan, yaitu sebanyak 210 orang yang tersebar dari berbagai desa diluar kecamatan Dander.
Setiap tahunnya, tanpa terkecuali, Ibu Titik menyiapkan THR berupa uang tunai dan paket bingkisan yang diberikan secara langsung kepada setiap pelanggan yang datang berbelanja jelang lebaran. Selain itu, ia juga tidak melupakan para kuli panggul pasar yang setiap hari membantu mengangkut barang dagangan dan barang belanjaan para pembeli.
“Kuli panggul juga sangat berjasa bagi kita para pedagang. Mereka membantu kita dalam mengangkut bahan baku yang kita butuhkan serta membantu pelanggan membawa barang belanjaannya ke tempat parkiran pasar. Jadi, memberikan THR kepada mereka juga menjadi bentuk rasa terima kasih saya atas bantuan yang mereka berikan sepanjang tahun,” imbuh Ibu Titik.
Bentuk apresiasi yang diberikan Ibu Titik tidak hanya dinikmati oleh para penerimanya, namun juga menciptakan sinergi yang positif dalam lingkungan pasar. Menurutnya, prinsip sederhana yang ia pegang teguh adalah “dia membeli, saya memberi” di mana setiap pelanggan yang memilih untuk berbelanja dagangannya berhak mendapatkan balasan berupa bentuk kasih sayang melalui THR yang diberikan jelang lebaran. “Maaf ya mas, saya tidak ijinkan untuk mengambil gambar saat pelanggan saya terima THR, takut terganggu privasinya,” tandasnya.
Pewarta : Gok Ras







