Bojonegoro | Isu rencana penutupan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro menuai penolakan keras dari para pengelola dan karyawan. Mereka menilai langkah tersebut tidak adil, seraya bersuara: “Jika ada penyimpangan, tangkap dan proses hukum oknumnya saja, jangan tutup seluruh program yang bermanfaat bagi ribuan siswa.”
Penolakan itu disampaikan dalam penyampaian aspirasi yang berlangsung damai, Senin (22/6/2026). Para pengelola menyatakan program ini sudah terasa dampak positifnya bagi pertumbuhan dan semangat belajar anak sekolah. Menutupnya sama saja menghukum semua pihak hanya karena kesalahan segelintir orang.
“Jangan ambil jalan pintas. Tangkap saja yang korup, yang memakan hak gizi anak-anak. Kami tetap siap bekerja jujur jika sistemnya diperbaiki,” tegas salah satu juru bicara kelompok tersebut.
Merespons hal itu, Anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Golkar, Mitroatin, menyatakan siap memperjuangkan aspirasi tersebut. “Saya akan membawa suara ini langsung ke pusat, agar dicarikan solusi yang adil tanpa menghentikan manfaat program ini,” ujarnya.
Politisi itu juga mengimbau: “Saya mengajak semua pihak tetap menjaga ketertiban, bersikap damai dan tidak anarkis. Penyampaian pendapat yang tertib justru membuktikan kebenaran perjuangan kita. Percayalah, kami perjuangkan sampai titik akhir.”
Sampai berita ini diturunkan, aspirasi telah diterima dan dicatat untuk ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi bersama dinas terkait pekan depan.
Pewarta : Agus Suprianto







