GROBOGAN | Sebuah insiden berdarah mengguncang Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Minggu sore, 29 Maret 2026. Seorang pria berinisial S (33) yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk dan membacok enam orang menggunakan parang sepanjang 57 sentimeter. Akibat kejadian ini, satu korban meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka serius.
Menurut keterangan saksi, pelaku sudah menunjukkan gelagat tidak stabil selama tiga hari terakhir sebelum kejadian. Aksi kekerasan bermula di rumah orang tuanya, di mana ia sempat mencekik ibunya, Suwarti, hingga pingsan. Setelah itu, ia keluar rumah menggunakan sepeda motor dan berhenti di sebuah warung untuk membeli bensin. Pemilik warung, Gunawan, melihat parang tersimpan di bawah jok motor, namun pelaku hanya berdalih hendak mencari rumput untuk pakan ternak.
Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi mencekam. Pelaku tiba-tiba mengamuk dan menyerang warga yang ditemuinya secara membabi buta, baik di jalan maupun di sekitar permukiman. Enam orang yang menjadi korban adalah Markini (63), Nyami (65), Abu (80), Darsih (62), Karni (80), serta ayah pelaku sendiri, Suroto (65). Dari jumlah tersebut, Abu dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.
Warga setempat segera bertindak untuk melumpuhkan pelaku di rumah salah satu korban, Karni. Mereka kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas setempat, dan tidak lama kemudian petugas dari Polsek Kradenan datang untuk mengamankan pelaku serta barang bukti berupa parang yang digunakan.
Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan intensif. Selain memeriksa saksi dan korban, polisi juga akan meminta keterangan ahli untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku. “Ini kasus tragis karena orang tua kandung juga menjadi korban. Kami masih mendalami motif dan kondisi psikis pelaku,” ujar Edy.
Sementara itu, seluruh korban yang terluka telah dibawa ke Puskesmas 1 Kradenan dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Purwodadi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kejadian ini juga terekam dalam rekaman CCTV yang kemudian viral di media sosial, mengejutkan banyak pihak.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, diharapkan perhatian lebih terhadap penanganan dan pengawasan terhadap orang dengan gangguan jiwa agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pewarta : Budi Risman







