Pemkab Tertibkan Paksa, Pedagang Bersikeras Lapak Pengganti Terlalu Sempit

BOJONEGORO | Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menertibkan ratusan pedagang lesehan yang bertahan di trotoar dan bau jalan di lokasi pembangunan Pasar Baru Kota menuai reaksi keras. Penertiban yang dilakukan secara terbuka dan terang‑terangan ini terpaksa dijalankan setelah upaya pendekatan berulang kali menemui jalan buntu. Penolakan pedagang bukan tanpa sebab; mereka menilai fasilitas relokasi yang disiapkan pemerintah jauh dari layak, terlalu kecil, dan sempit untuk menampung usaha mereka.

Gabungan tim Satpol PP, Dinas Perdagangan, dan instansi terkait turun ke lapangan untuk menertibkan kawasan yang menjadi lokasi proyek strategis pembangunan pasar modern. Pemerintah menegaskan keberadaan pedagang di area proyek sangat menghambat jalannya pekerjaan, membahayakan keselamatan, serta tidak sesuai tata ruang yang telah direncanakan.

Namun dari sisi pedagang, keputusan ini dianggap kurang berpihak pada nasib mereka. Para pelaku usaha yang sudah puluhan tahun berdagang di kawasan itu bersatu menyatakan keberatan kuat menempati tempat pengganti yang disediakan Pemkab.
“Kami tidak menolak kemajuan daerah, tapi lihatlah tempat yang disiapkan itu. Luasnya jauh berkurang, sangat sempit, barang dagangan kami tak muat ditampung, apalagi untuk melayani pembeli dengan nyaman. Kami takut malah bangkrut jika dipaksa pindah ke tempat yang tidak memadai begitu,” tegas perwakilan pedagang saat dilokasi. Sabtu, (18/7/26) dini hari.

Kondisi lapak yang dianggap terlalu kecil dan tidak memiliki ruang gerak yang cukup menjadi alasan utama mereka tetap bertahan di lokasi lama meski sudah berkali‑kali diperingatkan. Mereka juga mengaku belum mendapatkan kejelasan yang memuaskan terkait penyesuaian ukuran atau alternatif tempat lain yang lebih layak.

Di sisi lain, pihak pemerintah menjelaskan bahwa tata letak pasar baru memang disusun berdasarkan standar bangunan yang rapi dan teratur. Meski demikian, penolakan yang terus berlanjut dianggap menghambat jalannya pembangunan yang ditujukan untuk kepentingan bersama. Penertiban dilakukan secara tertib namun tegas, dengan harapan masalah ini dapat segera diselesaikan melalui jalur komunikasi lebih lanjut guna mencari jalan tengah yang adil bagi kedua belah pihak.

Hingga kini, nasib ratusan pedagang tersebut masih menjadi sorotan publik. Pembangunan Pasar Baru Bojonegoro Kota terus berjalan, namun ketidakcocokan antara harapan pemerintah dan kebutuhan riil para pedagang masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan demi terciptanya suasana perdagangan yang aman, tertib, dan sejahtera.

 

Pewarta : Gok Ras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ojo Copast Cok !!