BOJONEGORO | KKN Tematik Kolaboratif (TK) Kelompok 11 Universitas Bojonegoro (Unigoro) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di Dusun Kedungingas, Desa Kolong, Jumat (24/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak dua truk tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter atau total 12.000 liter didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga. Air bersih disalurkan ke empat titik penampungan yang telah disiapkan masyarakat, meliputi wilayah RT 12, RT 13, dan RT 19.
Warga bersama perangkat Desa Kolong sebelumnya telah menyiapkan dua penampungan berbahan terpal dan dua tandon air sebagai lokasi penyaluran. Selanjutnya, masyarakat secara tertib mengambil air menggunakan wadah masing-masing sesuai kebutuhan.
Koordinator Divisi Konservasi Lingkungan KKN TK 11 Universitas Bojonegoro, Rizki Akbar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPBD Kabupaten Bojonegoro atas respons cepat dan kolaborasi yang telah diberikan. Bantuan dua tangki air bersih ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan mahasiswa dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rizki.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan distribusi, mahasiswa KKN telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro guna memastikan bantuan air bersih dapat segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Setibanya di lokasi, mahasiswa KKN bersama perangkat desa turut membantu mengatur proses distribusi agar berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan bergotong royong selama proses penyaluran berlangsung.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi serta mampu meringankan beban warga hingga kondisi kekeringan berakhir.
Pewarta : Agus Suprianto







